 |
IPTN : HARAPAN DAN TANTANGAN
H. Aboeng Koesman
Pendahuluan
"Per Aspera ad Astra" Demikianlah ungkapan bahasa Latin yang menghiasi kaca patri di atas pintu masuk dan di atas jendela di kamar kerja Walikota Cirebon.
Ungkapan tersebut diatas, dipasang oleh Walikota Cirebon bangsa Belanda yang pertama dengan tujuan agar setiap orang yang masuk dan ada didalam ruangan kerja Walikota membaca ungkapan tersebut dan merasa diingatkan agar bekerja keras untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai.
Menurut buku Yubilium Kota Cirebon ungkapan bahasa Latin tersebut artinya di dalam bahasa Belanda : "Door koronkelijke wegen komt men tot de ster", yang dapat dialih bahasakan menjadi : " Dengan melalui jalan yang berkelok-kelok sampailah di bintang ".
Ungkapan bahasa Indonesianya berbunyi : " Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian ".
Merenungkan ungkapan tersebut di atas dan mengkaitkan dengan membangun industri pesawat terbang yang semula diberi nama Nurtanio dan kemudian dirobah menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara --- tidak bisa tidak akan menimbulkan rasa kagum dan hormat kepada para pionir atas ide dan keteguhan jiwanya di dalam mendirikan industri pesawat terbang.
Sama-sama diketahui bahwa industri pesawat terbang menyangkut teknologi yang canggih dan mahal serta bukan merupakan proyek yang " quick yielding ". Oleh karenanya industri pesawat terbang tidak memberikan manfaat bagi kesejahteraan rakyat secara langsung --- di dalam waktu yang pendek. Namun demikian seyogyanya orang sadar, bahwa teknologi canggih bukan hanya dikenal dan diterapkan pada industri pesawat terbang saja, tetapi termasuk pula diantaranya pada bio-teknologi.
Dengan diterapkannya bio-teknologi yang canggih pada pertanian dapat meningkatlkan produk yang berkualitas dan berkuantitas den dengan demikian meningkatkan kesejahteraan rakyat pada umumnya, khususnya para petaninya sendiri.
Berkembangnya IPTN dan mengikuti perkembangannya dapat bermanfaat sebagai pendorong bagi generasi muda di dalam turut menciptakan Sumber Daya Manusia yang kreatif, dinamis serta teknologi " mindedness ", yang mampu mengaplikasikannya bagi kepentingan bangsa, negara dan agama.
Pengembangan Kota Bandung dan Cimahi
Belanda tertarik oleh letak geografis dari pada kota Bandung yang dikelilingi gunung-gunung dan sangat ideal dan strategis --- merencanakan untuk memindahkan pusat pemerintahan Hindia Belanda dari Batavia ke Bandung.
Dikatakan kota Bandung dan sekitarnya ideal terutama dilihat dari segi kepentingan perkantoran dan pemukiman yang hawanya sangat sejuk - segar. Iklim kota Bandung ketika itu sekitar 17 derajat C - 22 derajat C dan letaknya kurang lebih 700 m di atas permukaan laut. Belanda merencanakan menjadikan kota Bandung sebagai pusat pemerintahan Hindia Belanda setelah melakukan perbandingan dengan India sebagai koloni Inggris, yang memindahkan pusat pemerintahannya dari Calcuta ke kota yang lebih sejuk yaitu New Delhi.
Untuk menjadikan kota Bandung lebih menarik, pemerintah kota mempromosikan kotanya, selain mengenai kesejukan iklim dan kota kembangnya, juga mangenai aspek kesehatan kotanya diantaranya melalui kata-kata : "Wilt gij uw leven verlengen ? Vertigt U in Bandung !" --- yang dapat diterjemahkan menjadi : "Tidaklah anda ingin berusia panjang ? Tinggallah di Bandung ! ".
Sesuai dengan rencana pemindahan pusat pemerintahan Hindia Belanda ke Bandung --- sejalan dengan rencana yang disebut Departement's Plan 1919, di Bandung Utara sudah disiapkan design dan lokasinya untuk bangunan bagi pemerintahan yang diperlukan.
Adalah kurang banyak diketahui, bahwa Ratu Wilhelmina pada bulan Mei 1940 setelah beberapa waktu ada tempat pemerintahan pengasingan London, disarankan oleh kabinet Belanda de Geer untuk dipertimbangkan memindahkan pemerintahan Kerajaan Belanda dari London ke daerah Belanda sendiri, yaitu Hindia Belanda dan tempat yang telah dipilihnya adalah kota Bandung. Akan tetapi Ratu Wilhelmina keberatan atas usul tersebut dengan alasan pertama adalah masalah kesehatan. Secara langsung pindah ke daerah tropis untuk waktu yang lamanya tidak menentu adalah riskan. Alasan kedua, secara strategis dan psychologis ada di London yang letaknya tidak jauh dari negeri Belanda dan dimana London merupakan basis utama dari kekuatan sekutu, termasuk didalamnya negeri Belanda --- adalah sangat menguntungkan.
Lapang Terbang Andir
Pada tahun 1920 Belanda menentukan Kampung Andir yang letaknya sebelah Barat dari kota Bandung sebagai lokasi lapang terbang baru menggantikan lapang terbang di Sukamiskin. Alasan pemindahan adalah karena lapang terbang Sukamiskin letaknya terlalu jauh dari kota Bandung dan secara teknis tanahnya terlalu banyak mengandung air.
Pada tahun 1925 pemindahannya selesai dan pada tanggal 26 Oktober tahun ini juga lapangan terbang Andir resmi dipakai.
Pada tahun 1928 di Hindia Belanda didirikan Koninkelijke Nederlands Indische Luchtvaart Maatschappij (KNILM), yaitu Perusahaan Penerbangan Kerajaan Hindia Belanda. Rute penerbangan Batavia - Bandung dan Batavia - Semarang dibuka mulai 1 November 1928.
Dalam perkembangan selanjutnya pada tahun 1930 lapang terbang Andir dijadikan rute akhir bagi penerbangan Belanda - Hindia Belanda. Dengan demikian lapang terbang Andir ketika itu menjadi salah satu lapang terbang yang penting di Hindia Belanda.
Pada zaman revolusi kemerdekaan lapang terbang Andir menjadi salah satu sasaran penyerangan oleh para pemuda. Didalam perjuangan kemerdekaan ada kalanya terjadi sesuatu peristiwa yang menggelikan, sebagaimana diceritakan oleh Jenderal A.H. Nasution di dalam suratnya yang ditulis didalam bahasa Belanda atas permintaan penyusun buku "Het Anjing NICA Bataljon (KNIL) in Nederlands - Indie (1945 - 1950)" tentang bagaimana TRI/TNI dikendalikan sewaktu perjuangan kemerdekaan menghadapi Sekutu/Belanda.
Dari uraian sebanyak kurang lebih 12 halaman itu - di antaranya terdapat uraian singkat mengenai peristiwa yang dianggap mustahil terjadi namun benar-benar terjadi dan Jenderal A.H. Nasution menceritakan di dalam suratnya sbb :
Noot : Een tijd geleden hoorde ik van de Luitenant Generaal Wolf ( ex Chef luchtmachtstaf Nederland) dat hij in die tijd op Andir met een B-25 landde. Omdat hij het daar niet veiling vond, steeg hij weer op. Maar zijn toestel was reeds rood-wit (de kleur vab onze vlag) beschilderd door onze pemuda's. Zo was hij de eerste die een rood-wit vliegtuig deed vliegen.
Dialih bahasakan secara bebas menjadi sbb :
Catatan : Beberapa waktu yang lalu saya mendengar dari Letnan Jenderal Wolf (mantan Kepala Staf Angkatan Udara Belanda), bahwa ia pada jaman bersiap/perjuangan kemerdekaan mendarat di Andir dengan pesawat B-25. Tetapi karena ia merasa tidak aman ia tidak lama meninggalkan pesawat terbangnya dan ia kembali mengudara. Ternyata pesawat terbangnya telah digambari dengan merah-putih (warna bendera kami), oleh para pemuda pejuang. Dengan demikian Letnan Jenderal Wolf merupakan orang pertama yang menerbangkan pesawat terbang dengan tanda merah putih.
Kebijaksanaan tentang pertahan Hindia Belanda dapat diketemukan di dalam apa yang disebut Pokok-pokok Dasar pertahanan yang berlaku mulai tahun 1927. Pada prinsipnya tentara Belanda di dalam kebijaksanaan tersebut lebih di tekankan pada tugas yang dikenal disebut "rust en orde" --- yaitu penegakan keamanan dan ketertiban di dalam negeri. Adapun mengenai pertahanan menghadapi serangan dari luar, yang sudah dapat diperkirakan bakal datang dari Jepang --- kurang dikembangkan dan nampaknya akan berlindung pada kekuatan Sekutu yaitu Inggris dan Amerika.
Orang-orang pribumi tidak banyak diikutsertakan ke dalam pertahanan Hindia Belanda. Alasannya adalah ditinjau dari segi politik kolonial, yang dapat ditelusuri dari polemik yang terjadi ketika itu di mana fihak yang anti kemerdekaan Indonesia mencetuskan ungkapan yang berbunyi : "Nederlands Indie is de kurk waarop Nederland drijft. Nederlands Indie verloren rampspoed geboren". Diterjemahkan secara bebas ungkapan tersebut menjadi : "Hindia Belanda adalah bagaikan kayu gabus yang besar dimana diatasnya menempel/turut mengapung negeri Belanda. Kalau Hindia Belanda merdeka/hilang bakal menimbulkan bencana bagi negeri Belanda".
Baru sekitar tahun 1939 dengan meningkatkan perkembangan politik di Eropa dan Asia, Belanda menyadari tentang perlunya ditinjau kembali kebijaksanaan pertahanan yang ada. Diantaranya ketika itu dinyatakan, bahwa kekuatan udara perlu dijadikan kekuatan pokok disamping kekuatan laut dan perlu dikembangkan. Dengan kebijaksanaan tersebut di atas, maka lapang terbang Andir perlu mendapat prioritas untuk dibangun dan dengan demikian menjadi lapang terbang terpenting di Hindia Belanda.
Pada bulan-bulan akhir tahun 1940 perkembangan politik di Asia memanas dan pada tanggal 11 Desember 1941 Jepang menyerang Pearl Harbor, pangkalan Amerika terbesar di Timur Jauh.
Setelah benteng pertahanan Singapura berupa 2 kapal perang Inggris, yaitu Prince of Wales (35.000 Ton) dan Repulse (32.000 Ton) yang secara khusus dikirim oleh Perdana Menteri Inggris Winston Churchil, ternyata praktis di dalam waktu yang relatif singkat --- pada tanggal 10 Desember 1941 ditenggelamkan oleh pesawat terbang Jepang, maka praktis pertahanan Sekutu termasuk Belanda menjadi keropos.
Peranan kekuatan udara Belanda adalah minim apabila dibandingkan dengan peranan angkatan lautnya. Yang boleh dikatakan menonjol adalah melaksanakan tugas evakuasi pimpinan sipil dan militer ke Australia. Dalam pada itu angkatan laut Belanda setidak-tidaknya pernah terlibat di dalam pertempuran laut yang terkenal di dalam sejarah militer Belanda dengan nama : "Slag in de Java - zee", yang dipimpin oleh Scout bij nacht K.W.F.M. Doorman.
Walaupun kekuatan udara Belanda kurang berperan di dalam pertahanan Belanda, namun pangkalan-pangkalan udaranya tidak luput dari serangan udara Jepang. Demikianlah lapang terbang Andir mengalami 2 kali serangan udara yang cukup besar. Serangan pertama terjadi pada tanggal 19 Februari 1942 dilakukan oleh 28 pesawat pemburu dan 9 pesawat pembom dan serangan kedua terjadi pada tanggal 24 Februari 1942 dengan 14 pesawat pemburu dan 17 pesawat pembom.
Pada tanggal 8 Maret 1942 Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang di kompleks lapang terbang Kalijati. Pada malamnya N.I.R.O.M. (Nederlands Indische Radio Omroep Maatschappy = Perusahaan Siaran Radio Hindia Belanda) dari Ciumbuleuit menyampaikan siaran perpisahan yang ditutup dengan kata-kata : "Wij sluiten nu. Vaarwel tot betere tijden. Leve de koningin !" yang dapat diterjemahkan secara bebas menjadi : "Kami mengahiri siaran ini. Selamat berpisah, sampai keadaan yang lebih baik. Hidup Ratu !".
Pionir Penerbangan dan IPTN
Konon penerbangan --- yaitu perjalanan di udara sudah dikenal di Tiongkok sejak sekitar tahun 1500 BC. Memang manusia sejak dahulu kala mendambakan dapat terbang di udara yang "luas tanpa batas", sebagaimana dimiliki oleh makhluk yang disebut burung.
Kenyataan yang sedemikian itu dirasakan janggal apabila dikaitkan dengan pernyataan bahwa manusia merupakan makhluk yang paling sempurna. Hal tersebut diatas di dalam Al-Quran Surat At-tiin ayat 4 terjemahannya menyatakan : "Sungguh Kami menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk/bentuk yang sempurna". Mengikuti petunjuk Al-Quran, agar manusia mempelajari segala penciptaan Allah SWT, maka disadari bahwa manusia di dalam bentuk kesempurnaannya itu diberi otak --- organ badan yang potensial untuk menciptakan pesawat terbang.
Para peneliti di bidang penerbangan menyadari tentang kemahabesaran daripada Allah SWT yang telah memberikan kepada burung sebagai salah satu makhluk yang dapat terbang. Tenaga yang efisien dan kerangka yang ringan tetapi kuat merupakan dasar persyaratan untuk setiap pesawat terbang. Kedua syarat tersebut di atas dimiliki oleh struktur yang melengkapi badan burung --- seperti sayap burung. Khusus mengenai manfaat sayap burung dapat dikemukakan, bahwa tenaga angin dengan dikepak-kepakannya sayap dengan berbagai bentuk dapat digunakan untuk berbagai tujuan seperti mengangkat badan/take off, membelok, mempercepat/memperlambat terbang dan untuk turun/landing.
Manusia belajar meniru dari burung bukan hanya mengenai mekanisme cara terbangnya saja, akan tetapi juga di dalam cara terbang burung berkelompok jarak jauh, dengan formasi yang disebut "V formed for easier flight".
Di dalam sejarah penerbangan, diantaranya dikenal orang sebagai pionir di dalam penemuan airoplane/the inventor of aeroplane dan pionir yang bukan saja berhasil di dalam penemuan sesuatu, akan tetapi juga di dalam menerbangkan pesawat pertama yang dijalankan dengan kekuatan mesin.
Yang dapat dimasukkan ke dalam golongan pertama adalah Sir George Cayley (1773-1857) dan yang dimasukkan ke dalam golongan yang kedua adalah the Wright Brothers yaitu Wilbur Wright (1867-1912) dan Orville (1871-1948).
Membaca tentang jiwa pionir dari ke-3 orang tersebut di atas, dapat dikemukakan perlunya seorang pionir diantaranya memiliki kecerdasan, keteguhan hati memperjuangkan cita-cita/tujuan, innovatif, belajar secara terus menerus dan belajar bagaimana belajar (learning how to learn).
Tentang pentingnya kecerdasan bagi pionir penerbangan dapat disimpulkan dari diberikannya judul : "The brains behind flight" kepada salah satu uraian tentang sejarah penerbangan yang dapat diketemukan di dalam buku Science Library FLIGHT.
Lebih jauh secara terpisah Rose dan Nichol (1997 h.19) untuk menyatakan tentang pentingnya kecerdasan --- mengutip pandangan Brian Tracy penulis Maximum Achievement, mengatakan : "Today, the greatest single source of wealth is between your ears. Today wealth is contained in brainpower, not in brutepower".
Adapun mengenai keberhasilan kecerdasan di dalam menemukan mesin baru dapat diberikan contoh pada penemuan computer yang manfaatnya sangat besar bagi kehidupan manusia di dalam bekerja. Pada umumnya orang mengerjakan surat ditempuh melalui 5 tahap kegiatan sebagai berikut : 1. Seorang sekretaris mencatat semua ucapan boss, 2. Berisikan materi yang diucapkan boss, konsep surat di buat dan di ketik, 3. Konsep surat dibacakan oleh sekretaris untuk dikoreksi oleh boss, 4. Setelah dikoreksi surat diketik kembali menjadi surat yang siap untuk dikirimkan, 5. Kemudian surat dikirim langsung melalui fax.
Demikianlah kecerdasan melalui komputer yang dapat diketemukannya --- diantaranya mampu merubah 5 tahap kegiatan membuat surat secara biasa/manual menjadi 1 tahap dengan memperpadukan ke-5 tahap kegiatan sekaligus secara serentak.
Mengenai pionir di bidang membuat pesawat terbang/mendirikan industri pesawat terbang di Indonesia, yang ingin dikemukakan adalah seorang, yaitu Dr. Ing. B.J. Habibie.
Dari semenjak menjadi pelajar SMAK di Jalan Dago Bandung --- di jaman penjajahan Belanda, sekolah tersebut diberi nama Lyceum, B.J. Habibie terkenal sebagai siswa yang paling muda dan suka pada pelajaran eksakta seperti matematika, mekanika dan yang lain-lainnya. Selain daripada itu cara belajar B.J. Habibie berlainan dengan cara belajar sebagian besar daripada siswa-siswa yang lainnya. Mereka belajar secara optimal hanya pada waktu mendekati dan selama masa ujian. Sedangkan B.J. Habibie belajar dengan cara yang pada saat sekarang disebut : "Learning how to learn" (belajar bagaimana cara belajar). Diantaranya ia belajar secara continyu dan santai. Ia belajar mengerti cara ia membuat soal dan bukan belajar dengan cara menghapalkannya.
B.J. Habibie berkuliah di ITB hanya kurang lebih 6 bulan dan selanjutnya ia meneruskan belajar di Technicshe Hochschule Aachen di Jerman. Ia memilih jurusan konstruksi pesawat terbang : Pertama mengingat pesan dari Prof. Mr. Mohammad Yamin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sewaktu akan meninggalkan Indonesia, kedua, terdorong oleh rasa kagum atas pesawat Me 109, yang sangat terkenal pada Perang Dunia II dan tertarik atas Prof. Willy Messerschmitt sebagai salah seorang pionir di bidang pengembangan aeronautika, yang menyelesaikan studi dan bekerja di T.H. Aachen dimana B.J. Habibie belajar.
Karena ketekunannya belajar B.J. Habibie pada tahun 1960 dalam usia 24 tahun meraih gelar Diploma Ing. Dengan cumlaude yang angka-angkanya rata-rata 9,5. Dengan gelar Insinyur pada tahun 1965 ia bekerja sebagai Assistant Research Scientist pada Institute Konstruksi Ringan Technische Hochschule Aachen.
Pada tahun 1965 B.J. Habibie meraih gelar Dr. Ingenieur dengan summa - cumlaude dengan angka rata-rata 10 dari Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Macshinenwesser Aachen --- dan sekaligus menjadi peraih gelar Dr. Ing. di bidang kekuatan stuktur yang ke-4 yang dihasilkan Perguruan Tinggi Jerman setelah Perang Dunia ke II.
Dari sekian banyak prestasi B.J. Habibie yang mengagumkan dapat dituturkan 2 peristiwa sbb :
Pada suatu waktu setelah B.J. Habibie meraih gelar Diploma Ing. Ia membaca iklan Firma Talbot, sebuah perusahaan industri kereta api yang membutuhkan orang yang dapat menghitung kekuatan rangka dan getaran wagon untuk memenuhi persyaratan wagon yang dibutuhkan. Dengan menggunakan pengalaman mengkonstruksi sayap pesawat terbang B.J. Habibie berhasil mengkonstruksi wagon yang memenuhi persyaratan yang dibutuhkan. Dibuatlah oleh Firma Talbot 1000 wagon dan perusahaan mereka kagum atas karya B.J. Habibie itu dan menawarkan agar ia dapat bekerja di Firma Talbot. Namun B.J. Habibie tidak menerima tawaran tersebut, karena sudah ada rencana yang menunggunya.
Pada suatu waktu pada tahun 1965 setelah B.J. Habibie menyelesaikan studinya dan meraih gelar Dr. Ing. Setelah kontraknya sebagai Assisten Research Scienties pada konstruksi ringan berakhir ia masuk perusahaan Hamburger Flugzeugbau (HFB). Perusahaan ini sudah kurang lebih 3 tahun belum berhasil memecahkan persoalan penstabilan konstruksi di bagian ekor pesawat F.28. Dr. Ing. B.J. Habibie mendapat kesempatan untuk memecahkan masalah kestabilan konstruksi di bagian ekor pesawat terbang F.28 yang pada saat itu sedang dikembangkan. Dalam waktu kurang lebih 6 bulan ternyata B.J. Habibie berhasil dengan baik memecahkan permasalahan yang dibebankan pada dirinya. Atas keberhasilannya Dr. Ing. B.J. Habibie dilibatkan oleh HFB kepada kostruksi gantungan mesin di bagian belakang pesawat terbang yang dikenal dengan nama HFB 320 dan mendesign pesawat terbang baru seperti DO - 31 dengan kemampuan yang disebut "Vertical Take Off and Landing" (VTOL) yang dikembangkan bersama oleh HFB dan Dornier.
Keberhasilan Dr. Ing. B.J. Habibie yang sangat penting adalah mengrekrut kader-kader yang profesional melalui kesempatan bekerja di Messerschmitt Bolkow Blohm --- yang diprogram untuk memenuhi kebutuhan SDM apabila waktunya tiba untuk mendirikan industri pesawat terbang di Indonesia.
Lembaga-lembaga berprestasi di dunia yang telah menganugerahkan kehormatan kepada Dr. Ing. B.J. Habibie diantaranya : Diterima sebagai anggota kehormatan oleh "Gesselschaft fuer luft und Raum fahrt (Lembaga Penerbangan dan Angkasa Luar pada tahun 1983). Diterima sebagai anggota "The Royal Aeronautical Society" London Inggris pada tahun 1983. Diterima menjadi anggota Akademic Nationale de L'Air et de L'Espace Perancis Juni 1985, menerima Award Von Karman dari ICAS tahun 1992 setara Hadiah Nobel dalam dunia dirgantara pada Februari 1986, diangkat menjadi anggota "The US Academy of Engineering" penghargaan tertinggi yang pernah diterima putera Indonesia dalam bidang teknologi di Amerika Serikat. Asia ketika itu hanya diwakili oleh 3 negara, yaitu Jepang (10 orang), India (1 orang) dan Indonesia (1 orang ).
Selain mengenai studinya yang berhasil meraih Ing dengan cumlaude dan Dr. Ing dengan summa cumlaude, B.J. Habibie pada tahun 1974 sudah menduduki jabatan Wakil Presiden dan Direktur Teknologi Messerschmitt Bolkow Blohm. Jabatan tersebut adalah jabatan tertinggi waktu itu yang diduduki oleh seorang asing.
Setelah mengenal B.J. Habibie dari segi pendidikannya di luar negeri yang mengagumkan, dari segi karier kerjanya yang mantap, dari berbagai penghargaan yang diterima dari lembaga-lembaga yang prestisius di luar negeri --- ingin pula mengetahui mengenai kepemimpinannya.
Dimana bangsa Indonesia sudah memiliki 4 orang Presiden termasuk B.J. Habibie, ada baiknya untuk diketahui kepemimpinan dari 3 orang mantan Presiden dan 1 orang Presiden yang masih sedang menjabat.
Dengan menyadari, bahwa setiap orang pasti memiliki kekurangan/kelemahan --- kritik orang atas ke - 4 Presiden itupun pasti mengandung kelemahan/kekurangan dan dapat dikemukakan sbb :
Presiden pertama Ir. Soekarno dinilai tergoda oleh kemegahan dan wanita, *)
Presiden kedua Jenderal H. M. Soeharto dinilai tergoda oleh kemegahan dan materi, *)
Presiden keriga, Dr. Ing. B.J. Habibie dinilai tergoda oleh kemegahan IPTEK dan pesawat terbangnya,
Presiden keempat, K.H. Abdurrahman Wahid yang masih sedang menjabat, dikritik oleh Sdr. Sapuan melalui puisi yang dimuat di Harian Pikiran Rakyat hari Sabtu tanggal 3 Mei 2000 sebagai berikut :
Untuk Gus Dur
Gugatan ini bukan gugatan politik tapi gugatan nurani
Untuk apa kau jebloskan aku dibalik terali besi
Supaya Suwondo-mu sembunyi sehingga bersih dari aroma kolusi
Demi kau, Pak Kyaime, saya ngorbankan diri
Pak Untuk membantu Kyai mempersatukan negeri
Rupanya aku pun dikorbankan untuk suatu konspirasi
Gugatan nurani untuk sang wali
Untuk mengetuk hati
Supaya sadar membangun negeri bekas kolusi
Demi kau, aku terus berjuang membangun negeri
Untu itu, kau pun harus instrospeksi
Rasa hati jangan tertutup emosi.
Mei 2000
SAPUAN
*) Deliar Noer : Pengantar Diskusi Buku Partai Islam di Pentas Nasional
Bagaimanapun juga puisi tersebut telah menyebabkan basahnya kedua mata isteri penulis sewaktu membacanya --- hatinya tersentuh akan nasib Sdr. Sapuan, membayangkan perasaan Presiden K.H. Abdurrahman Wahid serta rasa prihatin yang mendalam atas keadaan Pemerintah R.I yang dicintainya.
Kendala yang mempengaruhi Pengembangan IPTN
Sama-sama diketahui, bahwa membangun industri pesawat terbang adalah mahal dan tidak menghasilkan produk yang dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh rakyat - di dalam waktu yang pendek.
Mahalnya biaya untuk membangun industri pesawat terbang sudah dirasakan pada waktu dilakukan pemilihan lokasi dari 2 tempat yang menjadi nominasi yaitu Pondok Cabe di Bogor dan Andir di Bandung. Masing-masing lokasi memiliki segi positif dan negatifnya.
Akhirnya dipilih Andir walaupun memiliki segi negatif seperti keadaan lahan yang sempit sehingga sulit untuk dikembangkan dan masalah cuaca yang kurang mendukung. Adapun aspek yang sangat menonjol dipilihnya Andir adalah sudah tersedianya persyaratan sarana fisik secara minimal.
Ditinjau dari segi lingkungan --- ditetapkannya lapangan terbang Andir sebagai lokasi untuk industri pasawat terbang, memiliki kelemahan yang merugikan.
Sebelum tahun 1976, sudah banyak dilontarkan suara sumbang yang berbunyi : "Bandung berengsek" sebagai kritik yang membangun, karena "mencintai" kota Bandung. Tidak dapat disangkal, bahwa Jawa Barat selama kurang lebih 13 tahun dilanda kekacauan DI/TII, sehingga banyak rakyat yang merasa tidak aman hidup di pedesaan dan pergi ke kota-kota termasuk ke kota Bandung. Pergeseran rakyat yang sedemikian disebut urbanisasi, yang sulit untuk dipecahkan/dicari penyelesaiannya.
Statistik kependudukan kota Bandung ketika itu dapat disampaikan sbb :
Tahun Jumlah Penduduk
1976 1.257.998 orang
1975 1.212.960 orang
1974 1.210.471 orang
1973 1.208.248 orang
Sumber Daya Manusia yang profesional, memiliki idealisme yang mantap serta keteguhan hati untuk mencapai sukses adalah merupakan modal yang mendasar di dalam usaha melanjutkan mengembangkan IPTN .
Dapat dilanjutkannya pengembangan IPTN akan sekaligus dapat dijadikan sarana tempat belajar ilmu dan keterampilan di luar pendidikan formal. Hal tersebut adalah sejalan dengan pemikiran, bahwa untuk mengatasi perubahan yang serba cepat diperlukan belajar yang cepat. Orasi ilmiah Prof. Dr. H.A. Azis Wahab, MA, Ed. Pada tanggal 29 April 2000 mensitir ucapan Rose dan Nicholl, 1997 h. 18 sebagai berikut : "To master accelerated change reguires Accelerated Learning : The ability to absorb and understand new information quickly - and retain that information".
Sebaliknya kalau tenaga-tenaga sebagaimana dikemukakan di atas tidak dimanfaatkan secara positif akan merupakan set-back --- yang merugikan dan sulit untuk dipulihkan kembali.
Biaya untuk membangun industri pesawat terbang yang canggih, strategis dan mahal itu, seyogyanya diperhitungkan secara cermat dari permulaan perencanaanya. Apabila sudah dianalisis secara komprehensif dan dijadikan proyek nasional, maka political will tersebut harus dilaksanakan secara konsekuen --- termasuk di dalam pengadaan anggarannya.
Bantuan atau pinjaman pembiayaan yang pernah dialami dari sumber dana penghijauan, yang notabene tidak masuk APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional), adalah merusak nama baik IPTN maupun pemerintah.
Mengenai mulainya "Krismon" di dalam pengertian yang luas dengan segala dampaknya di dalam tulisan ini digunakan sebagai patokan hari Kamis tanggal 15 Januari 1998 saat ditandatanganinya Nota Kesepakatan (Letter of Intent) IMF - Indonesia. Dari fihak IMF diwakili oleh Mr. Michel Camdessu sebagai Direktur Pelaksana IMF dan dari fihak Indonesia diwakili oleh Presiden Soeharto. Di dalam Nota Kesepakatan IMF - Pemerintah Indonesia itu terdapat 7 butir dengan sub-butirnya yang harus dan tidak boleh dilakukan oleh Pemerintah Indonesia serta empat butir tentang perubahan dalam RAPBN 1998/1999. Butir 4 Proyek Swasta C selengkapnya berbunyi : "Dana anggaran maupun non anggaran yang digunakan untuk program IPTN dihentikan. Pendanaan proyek N-2130 segera di buka bagi investasi asing dan perbankan".
Dari uraian mengenai kendala yang dihadapi di dalam usaha untuk melanjutkan mengembangkan IPTN sebagaimana dikemukakan di atas, adalah jelas faktor dana.
Adapun mengenai Sumber Daya Manusia, yang merupakan syarat utama disamping faktor dana di dalam melanjutkan Industri Pesawat Terbang Nusantara ada baiknya disampaikan pandangan seorang top eksekutif dari Bell Helicopter ketika diadakan Pameran Dirgantara pada bulan Juni 1986 sebagai berikut : "Apa yang akan terjadi jika B.J. Habibie menghilang dari pentas ? Tidak ada. ("tidak akan mengganggu" dari penulis). Habibie memang unik. Dia adalah satu-satunya. Saya tidak pernah membayangkan akan ada seperti dia lagi di dalam generasi ini. Tetapi si genius Habibie telah menciptakan suatu yang lebih besar daripada dirinya".
Warisan yang telah disiapkannya untuk Indonesia adalah menciptakan managemen kelas menengah yang tetap eksis tatkala Habibie ada atau tidak ada di sini --- IPTN akan meneruskan momentumnya.
Biarlah Habibie pergi, tetapi momentum akan tetap berlanjut. Indonesia dengan atau tanpa Habibie, sudah ada industri penerbangan yang hebat pada abad ke-21.
Adalah merupakan satu kenyataan, bahwa PT Nurtanio yang didirikan pada tahun 1976 dan kemudian berganti nama menjadi PT IPTN (dan berubah lagi menjadi PT.DI) di dalam waktu yang relatif singkat telah berhasil mendeliver 266 buah pesawat terbang untuk konsumen di dalam negeri dan 280 buah pesawat untuk konsumen di luar negeri. Adapun mengenai macam pesawatnya terdiri daripada 227 buah fixed wing dan 319 buah helikopter. Dari sejumlah 2 jenis fixed wing itu, NC-212 adalah merupakan hasil perakitan dan CN-235 adalah sebagai hasil rancangan bersama dengan perusahaan Construcciones (CASA) dari Spanyol.
Sama-sama diketahui, bahwa HUT - RI ke 50 PT. IPTN telah meluncurkan N-250 pesawat bermuatan 50 orang dan sejak pertengahan 1990 PT. IPTN telah mengembangkan model pesawat baru, yaitu N-2130 dengan kapasitas angkut 70 penumpang.
Dengan demikian, apabila dapat diusahakan bantuan melalui kerjasama dengan pengusaha dalam dan/atau luar negeri --- Insya Allah PT. IPTN secara bertahap akan dapat berkembang dan dengan demikian dana dan SDM yang sudah diinvestasikan serta kekayaan yang dimiliki PT. IPTN tidak akan mubazir.
No gain without pain !
***
Biodata
H. Aboeng Koesman
Lahir di Garut, 25 April 1925; Pendidikan : HIS / SD, MULO / SMP, Kogyo Senmen Gakko (2 Tahun), serta SESKOAD; Pengalaman Bekerja : Polisi Militer (1945-1970), Walikota Cirebon, Wakil Gubernur Jawa Barat, Anggota DPR-RI (1987-1992).
|