05 Agustus 2025
PTDI Perluas Layanan Perawatan Pesawat, Sasar Pasar Komersial dan Jet Pribadi
KOMPAS.com – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) terus memperluas cakupan layanan perawatan pesawat melalui divisi Aircraft Services (ACS). Tidak lagi terbatas pada pesawat militer, PTDI kini agresif masuk ke sektor penerbangan sipil, termasuk pesawat komersial dan jet pribadi. Di fasilitas hanggarnya di Bandung, PTDI menawarkan berbagai layanan, mulai dari perawatan, perbaikan, modifikasi, pengecatan, hingga program perpanjangan masa pakai pesawat. Seluruh layanan ini didukung sertifikasi dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU), serta sistem manajemen mutu ISO 9001 dan AS/EN 9110.
Salah satu proyek terbaru adalah pengecatan ulang (new livery paint) untuk beberapa jet pribadi seperti Boeing Business Jet (BBJ), Gulfstream G450/G550, dan Embraer Legacy 600/650.
Untuk pesawat komersial, PTDI belum lama ini menangani pengecatan ulang dan penggantian kursi pesawat Airbus A319 milik maskapai Aero Dili, Timor Leste. Saat ini, hanggar PTDI juga sedang mengerjakan perawatan besar (C-Check) untuk pesawat Airbus A320 milik Citilink Indonesia. Proyek ini merupakan bagian dari kerja sama antara PTDI dan GMF AeroAsia. "Kolaborasi ini tidak hanya membuka peluang pekerjaan berkelanjutan untuk armada sejenis milik Citilink maupun calon pelanggan lainnya, tetapi juga mendorong peningkatan cap list PTDI secara menyeluruh," ujar Kepala Divisi Perawatan di PTDI Daud Zaini dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/8/2025).
Menurut Daud, kemitraan dengan GMF juga bertujuan memperkuat industri perawatan pesawat di dalam negeri. Keduanya bekerja sama dalam pengembangan tenaga kerja, pelatihan, hingga penyediaan peralatan berbasis reverse engineering. Langkah ekspansi ini sejalan dengan rencana PTDI menjadikan fasilitas di Bandung sebagai pusat layanan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) terpadu. Tak hanya untuk militer, tapi juga untuk pesawat komersial dan general aviation. Hingga kini, layanan ACS PTDI telah digunakan lebih dari 50 pelanggan dari tiga benua. PTDI juga tengah mengurus izin dari otoritas penerbangan internasional agar bisa menjangkau pasar global lebih luas. Daud menambahkan, kondisi geografis Indonesia yang berupa kepulauan menciptakan kebutuhan besar untuk transportasi udara. Namun, perawatan banyak pesawat komersial dan jet pribadi masih dilakukan di luar negeri. "Banyak perawatan masih dilakukan di Singapura, Malaysia, Thailand, bahkan Australia, karena mereka punya MRO kelas dunia. Ini peluang bagi kami untuk ikut bersaing dan memperkuat industri dirgantara nasional," kata Daud.
Ia menegaskan bahwa kualitas tetap menjadi prioritas utama dalam layanan ACS PTDI. "Konsistensi terhadap standar dan kepuasan pelanggan merupakan fondasi utama dalam setiap pekerjaan kami," ujarnya. PTDI berharap perluasan layanan ini bisa memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam industri dirgantara nasional dan regional.
Source: https://money.kompas.com/read/2025/08/04/115009226/ptdi-perluas-layanan-perawatan-pesawat-sasar-pasar-komersial-dan-jet-pribadi