04 Desember 2025
Generasi Baru di Langit RI: NC212i NavTrain Siap Bentuk Navigator Masa Depan
Bandung kembali menjadi panggung kecil bagi industri dirgantara nasional.
Tanpa gegap-gempita, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) melepas satu lagi karya teknologinya yakni NC212i konfigurasi Navigation Training (NavTrain).
Kokpit yang Berubah Menjadi Ruang Kelas Terbang
Tidak seperti konfigurasi angkut atau misi, NC212i NavTrain adalah ruang belajar di ketinggian. Di dalamnya terpasang meja navigasi, panel instrumen, kursi instruktur dan trainee, juga perangkat komunikasi lengkap untuk simulasi misi.
Para calon navigator kini bisa belajar langsung di udara, bukan hanya dari simulator darat yang dingin dan statis.
Kehadiran NavTrain ini bukan sekadar pembaruan armada, melainkan penyegaran sistem pendidikan yang menopang kesiapan tempur TNI AU.
“Setelah enam unit sebelumnya diserahkan, hari ini kami menerbangkan pesawat ketujuh… NC212i adalah pesawat multiguna yang dapat diandalkan untuk berbagai misi, termasuk Navigation Training,” ujar Dena Hendriana, Direktur Produksi PTDI dikutip Kamis (4/12/2025)
Di Balik Flight Deck: Ritme Tenang dan Keamanan Ketat
Pesawat bernomor ekor AX-2134 diterbangkan oleh Mayor Pnb Kurniawan S. dan Kapten Pnb Wahyu Nur Syarifudin—dua nama yang memang akrab dengan misi ferry flight. Sehari sebelumnya, pesawat telah lolos IDAA Acceptance, gerbang pemeriksaan ketat di dunia pertahanan.
Unit ini melengkapi tujuh dari sembilan NC212i yang dikontrak Kemhan RI. Unit kedelapan dijadwalkan mengudara pada kuartal pertama 2026—menandai target ambisius PTDI membuktikan bahwa industri dirgantara lokal bukan sekadar bertahan, tetapi tumbuh.
Menggantikan Armada 1985: Generasi Baru yang Dibutuhkan
TNI AU menyambut pengiriman ini dengan antusias. “Pesawat Navigation Training ini akan menggantikan armada NavTrain kami yang lama, yang telah digunakan sejak 1985.” ujar Wadan Grup 1 Kolonel Pnb Wisnu Aji Prabowo.
Setelah hampir empat dekade mengandalkan armada lama, kedatangan NC212i NavTrain seperti mengganti pensil tumpul dengan pena digital. TNI AU butuh itu—apalagi medan operasi kini makin kompleks, dari misi tempur, patroli, hingga kemanusiaan seperti yang baru-baru ini dilakukan di Medan.
Dengan performa baling-baling MTV-27 yang lebih halus, tingkat kebisingan rendah, dan kompatibilitas optimal dengan mesin Honeywell TPE331, pelatihan bisa berjalan lebih nyaman dan presisi.
Lebih dari Sekadar Pengiriman: Ini Tentang Masa Depan
NC212i mungkin pesawat kecil, tetapi dampaknya besar. Setiap ferry flight bukan hanya serah terima pesawat, melainkan penguatan ekosistem pertahanan Indonesia—dari teknologi, sumber daya manusia, hingga kemandirian industri.
Bandung ke Malang hanya satu rute. Tetapi bagi PTDI dan TNI AU, itu adalah perjalanan panjang menuju kedaulatan angkasa. Dirgantara Indonesia (PTDI) melepas satu lagi
karya teknologinya yakni NC212i konfigurasi Navigation Training
(NavTrain).
Kokpit yang Berubah Menjadi Ruang Kelas Terbang
Tidak seperti konfigurasi angkut atau misi, NC212i NavTrain adalah
ruang belajar di ketinggian. Di dalamnya terpasang meja navigasi, panel
instrumen, kursi instruktur dan trainee, juga perangkat komunikasi
lengkap untuk simulasi misi.
Para calon navigator kini bisa belajar langsung di udara, bukan hanya dari simulator darat yang dingin dan statis.
Kehadiran NavTrain ini bukan sekadar pembaruan armada, melainkan
penyegaran sistem pendidikan yang menopang kesiapan tempur TNI AU.
“Setelah enam unit sebelumnya diserahkan, hari ini kami menerbangkan
pesawat ketujuh… NC212i adalah pesawat multiguna yang dapat diandalkan
untuk berbagai misi, termasuk Navigation Training,” ujar Dena Hendriana,
Direktur Produksi PTDI dikutip Kamis (4/12/2025)
Di Balik Flight Deck: Ritme Tenang dan Keamanan Ketat
Pesawat bernomor ekor AX-2134 diterbangkan oleh Mayor Pnb Kurniawan
S. dan Kapten Pnb Wahyu Nur Syarifudin—dua nama yang memang akrab dengan
misi ferry flight. Sehari sebelumnya, pesawat telah lolos IDAA
Acceptance, gerbang pemeriksaan ketat di dunia pertahanan.
Unit ini melengkapi tujuh dari sembilan NC212i yang dikontrak Kemhan
RI. Unit kedelapan dijadwalkan mengudara pada kuartal pertama
2026—menandai target ambisius PTDI membuktikan bahwa industri dirgantara
lokal bukan sekadar bertahan, tetapi tumbuh.
Menggantikan Armada 1985: Generasi Baru yang Dibutuhkan
TNI AU menyambut pengiriman ini dengan antusias. “Pesawat Navigation
Training ini akan menggantikan armada NavTrain kami yang lama, yang
telah digunakan sejak 1985.” ujar Wadan Grup 1 Kolonel Pnb Wisnu Aji
Prabowo.
Setelah hampir empat dekade mengandalkan armada lama, kedatangan
NC212i NavTrain seperti mengganti pensil tumpul dengan pena digital. TNI
AU butuh itu—apalagi medan operasi kini makin kompleks, dari misi
tempur, patroli, hingga kemanusiaan seperti yang baru-baru ini dilakukan
di Medan.
Dengan performa baling-baling MTV-27 yang lebih halus, tingkat
kebisingan rendah, dan kompatibilitas optimal dengan mesin Honeywell
TPE331, pelatihan bisa berjalan lebih nyaman dan presisi.
Lebih dari Sekadar Pengiriman: Ini Tentang Masa Depan
NC212i mungkin pesawat kecil, tetapi dampaknya besar. Setiap ferry
flight bukan hanya serah terima pesawat, melainkan penguatan ekosistem
pertahanan Indonesia—dari teknologi, sumber daya manusia, hingga
kemandirian industri.
Bandung ke Malang hanya satu rute. Tetapi bagi PTDI dan TNI AU, itu adalah perjalanan panjang menuju kedaulatan angkasa.
***
Source: https://bandungoke.com/2025/12/04/generasi-baru-di-langit-ri-nc212i-navtrain-siap-bentuk-navigator-masa-depan/