30 Desember 2024
PTDI Hadapi 2025 dengan Optimisme: Pacu Inovasi, Perkuat Ekspor dan Dukung Kemandirian Pertahanan Nasional
SIARAN PERS
No. PTD/052/SP-HUMAS/XII/2024
Bandung, 30 Desember 2024 – Humas PTDI
Menjelang
tahun 2025, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sebagai industri pertahanan yang
bergerak di bidang kedirgantaraan memperkuat komitmennya dalam
menyediakan produk pesawat yang berkualitas dan kompetitif, disertai dengan inovasi teknologi terkini dan
upaya pengembangan ekosistem dirgantara, sehingga tidak hanya memberikan
kontribusi terbaik bagi bangsa, namun juga mendorong kemajuan dan optimalisasi
industri dalam negeri dengan semangat dan optimisme baru. PTDI sebagai
satu-satunya produsen pesawat terbang di Indonesia dan Asia Tenggara,
membuktikan bahwa dengan kekuatan kolaborasi dan solidaritas bersama,
Perusahaan mampu menghadapi tantangan dan meraih pencapaian yang lebih besar di tahun 2025.
PTDI terus
menunjukkan keberhasilannya dalam memenuhi kebutuhan pasar akan pesawat
CN235-220 dan NC212i, juga dengan produk terbarunya pesawat N219. Berbagai
upaya pemasaran telah dilakukan untuk memperoleh kontrak baru, baik untuk pasar
dalam negeri khususnya dalam memenuhi rencana kebutuhan Alpalhankam tahun 2025-2029,
maupun pasar luar negeri.
Di pasar
global, pesawat CN235-220 telah dioperasikan di berbagai negara, diantaranya
seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Korea Selatan, UAE, Burkina
Faso, Pakistan, Senegal dan Nepal. Dan berkat dukungan dari Presiden RI terdahulu,
Joko Widodo, pada Januari 2024 menjadi salah satu milestone bagi PTDI
untuk melakukan penetrasi perolehan kontrak baru di Filipina. Beliau secara
langsung merekomendasikan pesawat CN235-220 dengan konfigurasi MPA/ASW kepada Menteri
Pertahanan Filipina untuk
memenuhi kebutuhan Philippine Navy, sedangkan untuk pasar dalam negeri pesawat
CN235 masih dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan Alpalhankam NKRI.
Disamping itu,
pesawat NC212i juga terus memperkuat kontribusi PTDI dalam memenuhi kebutuhan
Alutsista nasional. Saat ini, PTDI sedang dalam tahap penjajakan perolehan
kontrak baru pesawat NC212i dengan Kementerian Pertahanan RI. Hal ini merupakan
bentuk komitmen PTDI sebagai mitra strategis Kementerian Pertahanan RI dalam
menyediakan produk Alutsista dan pertahanan udara di era kepemimpinan baru
Presiden Prabowo Subianto.
Baru-baru ini
PTDI juga telah menjajaki kerja sama dengan PT Yasa Artha Trimanunggal dan PT
Semuwa Aviasi Mandiri (SAM Air) pada 22 November 2024 lalu, yang dikukuhkan
melalui dokumen Non-Disclosure Agreement (NDA) untuk pembelian 12 (dua
belas) unit pesawat produksi PTDI yang di dalamnya termasuk 2 (dua) unit
pesawat NC212 series untuk mendukung program ketahanan pangan nasional,
terutama dalam mendukung distribusi pangan ke daerah-daerah terpencil melalui
rute perintis yang sulit diakses di wilayah Indonesia Timur.
Kedua unit pesawat NC212i tersebut rencananya adalah pesawat used yang
sudah dioperasikan oleh operator sebelumnya dan akan dilakukan refurbish
oleh PTDI sebagai bridging moda transportasi logistik sebelum
dikirimkannya unit pertama pesawat N219.
Adapun saat
ini PTDI sedang menyelesaikan produksi 1 (satu) unit pesawat CN235-220 Military
Transport (serial number N71) untuk end user TNI AL dan
pesawat NC212i unit ke-7 dari total kontrak pengadaan 9 (sembilan) unit untuk end
user TNI AU. Saat ini, pesawat CN235-220 (N71) tersebut telah
menyelesaikan Critical Design Review (CDR) dan telah memasuki tahapan Fuselage
Integration di hanggar Major Assembly Line, yang kemudian akan
dilanjutkan dengan pekerjaan Basic Airframe. Sedangkan untuk pesawat NC212i unit ke-7 TNI AU
rencananya dapat diselesaikan produksinya pada bulan Februari 2025.
Direktur Utama
PTDI, Gita Amperiawan, menyampaikan, “Tahun 2025 menjadi momentum bagi PTDI
untuk membuktikan bahwa kami siap menyongsong masa depan yang lebih cerah. Dari
kontrak-kontrak yang telah berhasil kami peroleh 3 tahun kebelakang, serta
berbagai kolaborasi strategis yang dijalin, tidak hanya dengan partner di
dalam negeri saja, tapi juga dengan beberapa global key player di
industri dirgantara. Kami juga sangat mengapresiasi kepercayaan yang
telah diberikan mitra strategis di sektor Pemerintah, seperti halnya dari
Kementerian Pertahanan RI, Bappenas, BRIN dan yang lainnya, dalam mendorong
pemanfaatan produk dan kapasitas PTDI dalam memenuhi kebutuhan Alutsista,
maupun dukungannya dalam program pengembangan produk dirgantara. Kami harap
keberadaan PTDI dapat mendorong kemajuan dan berdampak baik bagi kebangkitan
industri dirgantara tanah air.”
Kedepan, tidak
hanya dengan produk pesawat terbang, namun PTDI juga akan memaksimalkan
optimalisasi kapasitas produksi sistem senjata. Kapabilitas PTDI dalam produksi
dan assembly sistem senjata telah memperoleh lisensi sejak tahun 1982
dari FZ Thales Belgium, bagian dari Thales Group yang memiliki spesialisasi
dalam inovasi teknologi persenjataan, termasuk integrasi sistem roket dengan
berbagai platform untuk mendukung operasi milter dan pertahanan. Berlokasi
di Kawasan Produksi (KP) III Tasikmalaya, PTDI melakukan produksi Roket dengan
kapasitas produksi 10.000 unit/tahun dan Warhead dengan kapasitas produksi
5.000 unit/tahun, termasuk dengan Firing Control System dan integrasinya.
Dengan seluruh
kemampuan ini, PTDI siap untuk mendukung pemenuhan kebutuhan Alutsista TNI dan
mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu mendukung langkah strategis ini.
Dengan kerja keras, inovasi dan kolaborasi yang telah dilakukan, PTDI optimis
dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi bangsa Indonesia di tahun-tahun
mendatang melalui pengembangan teknologi terbaru, peningkatan kapasitas
produksi, serta dengan keberlanjutan inovasi yang akan mendukung pencapaian
visi pertahanan yang lebih kuat dan modern.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi :
Adi Prastowo
Manager Komunikasi Perusahaan & Hubungan Kelembagaan PT Dirgantara
Indonesia
Phone : +62 22 6055165
Email : aprastowo@indonesian-aerospace.com
Source: Humas PTDI