Jaga Laut Indonesia, TNI AU Punya Pesawat Pengintai

GARDANASIONAL, JAKARTA - Tak cuma menjaga udara, Skadron udara 5 Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Makassar menambah satu unit pesawat pengintai jenis CN buatan PT Dirgantara Indonesia. Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) itu bakal digunakan menjaga wilayah laut Indonesia, Senin 3 September 2018.

Pesawat jenis CN235-220 tipe Maritime Patrol Aircraft (MPA) ini merupakan bantuan dari Kementerian Pertahanan RI ke TNI Angkatan Udara untuk mengemban misi patroli perbatasan, pengawasan pencurian ikan, imigran gelap atau perdagangan manusia, penyelundupan Narkoba, dan penyelamatan korban bencana.

Meski belum memiliki persenjataan, pesawat ini terbilang canggih dengan sistem komputerisasi yang mampu menangkap emiters dan frekuensi yang dipancarkan oleh kapal atau apapun yang ada dalam areal tertentu.

Senior vice presiden PT DI, Iwan Krisnanto menjelaskan pesawat pengintai jenis CN tersebut dilengkapi dengan sistem komputer yang canggih. Selain itu, menggunakan desain winglet, untuk mengefisienkan gaya hambat yang juga penghematan bahan bakar, sehingga bisa lebih lama di udara.

Dalam misi identifikasi, pesawat ini sangat cocok digunakan karena juga bisa terbang lebih rendah. Bahkan radar pesawat ditempatkan pada perut pesawat, seperti konfigurasi CN-235 milik Coast Guard Korea Selatan. Kemampuannya, dapat mengidentifikasi objek di radius 100 hingga 200 nautical mile.

"Pesawat ini bukan hal baru buat PT DI, kami sudah men-delivery 18 unit pesawat seperti ini. Ada satu kami siapkan di Bandung untuk TNI AL. Ada juga permintaan dari Afrika, tapi yang paling banyak pesanan PT DI itu pihak Turki," ujarnya.

Menurutnya, pesawat itu sangat dibutuhkan untuk pemantauan yang lebih fokus, karena kecepatan terbangnya jauh lebih lambat dari pesawat pengintai jenis boing maupun jet. Dalam kondisi tertentu, CN-235 ini dimanfaatkan dalam identifikasi yang lebih terarah.

"Pesawat ini lebih pelan, jadi saat patroli kita bisa lebih fokus. Saat kita butuh cepat, kita gunakan pesawat jenis Boing. Pesawat ini kita akan gunakan untuk patroli laut, karena laut kita ini sangat luas," katanya.

Sekadar diketahui, Skadron udara 5 Lanud Hasanuddin yang menjadi home base pesawat pengintai strategis TNI AU telah memiliki enam unit pesawat, di antaranya empat pesawat intai jenis Boeing dan dua pesawat jenis CN.

Sumber : Irfan Mualim
http://gardanasional.id/post/10018/jaga-laut-indonesia-tni-au-punya-pesawat-pengintai



Source : http://gardanasional.id/post/10018/jaga-laut-indon

Contact Us

Contact Info

PT Dirgantara Indonesia (Persero)
Jalan Pajajaran No. 154
Bandung 40174
West Java - Indonesia


Humas : pub-rel@indonesian-aerospace.com

Marketing : marketing@indonesian-aerospace.com