26 Agustus 2026
HUT ke-50, PTDI Perkuat Kolaborasi Strategis dalam Pengembangan Konektivitas Udara
HUT ke-50 PTDI menjadi momentum memperkuat kolaborasi strategis untuk pengembangan konektivitas udara, industri dirgantara, dan kemandirian penerbangan Indonesia.
INFOBAIK I BANDUNG, – Memasuki usia ke-50 tahun, PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI menjadikan momentum lima dekade perjalanan perusahaan sebagai titik penguatan strategi kolaborasi untuk mendukung konektivitas udara, pemerataan pembangunan, dan kemandirian industri penerbangan nasional.
Arah tersebut mengemuka dalam Simposium Nasional HUT ke-50 PTDI yang digelar di Bandung, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Memperkuat Konektivitas Udara untuk Pemerataan, Pertumbuhan Ekonomi dan Kemandirian Industri Penerbangan Indonesia.”
Simposium ini menjadi salah satu rangkaian agenda HUT ke-50 PTDI sekaligus forum untuk memperkuat kolaborasi dan merumuskan langkah-langkah strategi dalam pengembangan konektivitas udara, khususnya penerbangan perintis dan ekosistem industri dirgantara nasional.
Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan mengatakan Indonesia adalah negara kepulauan. Konektivitas bukan kemewahan, melainkan kebutuhan dasar pembangunan. Banyak wilayah yang membutuhkan pesawat yang mampu menjangkau bandara pendek, membawa manusia, logistik, layanan kesehatan, dan harapan ekonomi ke berbagai penjuru Nusantara.
“PTDI siap bekerja dan siap memenuhi kepercayaan yang diberikan kepada kami. Mari kita bangun ekosistem dirgantara sebagai strategi investasi, bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk kelangsungan teknologi, ketahanan nasional, dan masa depan generasi Indonesia.”kata Gita Amperiawan, Rabu (26/8/2026)
Simposium ini dihadiri oleh Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Febrian Alphyanto Ruddyard, selaku keynote speaker, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benjamin Paulus Octavianus, Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat, Erwan Setiawan, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan) Kementerian Pertahanan, Sri Yanto, Direktur Utama PT Len Industri (Persero), Joga Dharma Setiawan, serta Wakil Komisaris Utama PTDI, Bagus Puruhito.
Kegiatan ini juga melibatkan perwakilan pemerintah, legislatif, operator penerbangan, serta pelaku industri dirgantara nasional dan global.
Dalam paparannya saat menjadi pembicara utama, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Febrian Alphyanto Ruddyard menyampaikan, tantangan kita ke depan bukan lagi sekedar membuktikan bahwa Indonesia mampu membuat pesawat.
Tantangan berikutnya adalah menjadikan kemampuan itu sebagai kekuatan ekonomi nasional melalui penguatan rantai pasok lokal. Sebuah pesawat tidak akan pernah berdiri sendiri. Di belakangnya ada rantai pasok komponen, material, avionik, perangkat lunak, penelitian, sertifikasi, serta Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO).
Oleh karena itu, pertanyaan untuk 50 tahun ke depan bagi PTDI adalah berapa banyak komponen yang dibuat di Indonesia, berapa banyak Perusahaan nasional yang masuk dalam rantai pasok, dan berapa besar nilai tambah yang tinggal di dalam negeri.
“Kita harus menyatukan tiga hal yang selama ini terpisah: permintaan (permintaan), pasokan (pasokan), dan pembiayaan (pembiayaan) dalam satu kebijakan nasional yang konsisten untuk mendukung rute perintis. Kita harus memandang rute perintis bukan sekedar subsidi sosial, melainkan investasi pembangunan ekonomi wilayah, di mana N219 dapat memperoleh peran utama sebagai penghubung konektivitas nasional.”jelasnya
Simposium Nasional HUT ke-50 PTDI menjadi forum strategi untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, industri dirgantara nasional, dan operator penerbangan dalam mendukung pemerataan, pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik, serta kemandirian industri penerbangan nasional, khususnya di wilayah tertinggal, terluar, terpencil, dan perbatasan (3TP).
Pembahasannya mencakup penyediaan kebijakan penerbangan perintis, penghentian operasional dan model penerbangan bisnis, pengembangan ekosistem industri dirgantara nasional, serta pemanfaatan N219 sebagai salah satu solusi konektivitas udara di berbagai wilayah Indonesia.
Peresmian Hanggar FAL N219 dan Penyerahan Simbolis Bagian Pertama Pemotongan N219 Komersial
Rangkaian acara dilanjutkan dengan peresmian Hanggar FAL N219 yang ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wamen PPN/Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, disaksikan oleh Wamenkes, Benjamin Paulus Octavianus, Wagub Jawa Barat, Erwan Setiawan, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, Ditjen Pothan Kemhan, Sri Yanto, Direktur Utama PT Len Industri (Persero), Joga Dharma Setiawan, Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, dan Wakil Komisaris Utama PTDI, Bagus Puruhito.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan simbolis Part First Cutting N219 Komersial kepada Direktur Utama PT Mitra Aviasi Perkasa (PT MAP), Septo Adjie Sudiro dan disaksikan oleh Wamenkes, Benjamin Paulus Octavianus.
Peresmian Hanggar FAL N219 dan simbolis penyerahan Part First Cutting N219 Komersial tersebut menjadi bagian dari langkah PTDI dalam memperkuat kesiapan manufaktur sekaligus mendukung pengembangan N219 sebagai salah satu solusi konektivitas udara nasional, khususnya di wilayah dengan karakteristik geografis yang menantang.
Strategi Kolaborasi Perkuat untuk Pengembangan Ekosistem Dirgantara
Pada kesempatan ini, PTDI juga menyepakati sejumlah kerja sama strategi dengan pemerintah daerah, kementerian, serta mitra industri dan Original Equipment Produsen (OEM) global. Kerja sama tersebut mencakup penguatan bisnis dan investasi, pengembangan kapabilitas industri, pemanfaatan produk PTDI untuk konektivitas udara dan pelayanan kesehatan, hingga penguatan kerja sama industri dan komersial di tingkat global.
Penandatanganan diawali dengan kontrak jual beli 3 (tiga) unit pesawat N219 antara PTDI dan PT BIBU Panji Sakti sebagai bagian dari upaya memperluas pemanfaatan N219 untuk kebutuhan konektivitas udara. Selanjutnya, PTDI menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya yang diserahkan oleh Bupati Mamberamo Raya, Robby W. Rumansara, mengenai kerja sama operasionalisasi pesawat N219 di Kabupaten Mamberamo Raya.
Untuk mendukung pengembangan bisnis dan kapabilitas industri, PTDI menandatangani MoU dengan Ravelware serta MoU dengan PT Cipta Teknologi Mandiri mengenai rencana pengembangan bisnis dan kapabilitas pada sektor produksi dan aerostruktur.
PTDI juga menandatangani MoU dengan PT Invest Indo International mengenai kerja sama strategis di bidang pengembangan bisnis, investasi, rantai pasok, dan operasional.
Sementara itu, melalui Industrial and Commercial Agreement (ICA) dengan Bell Textron Inc., PTDI memperkuat kerja sama produksi dan komersial melalui kolaborasi penjualan dan pemasaran helikopter, kustomisasi helikopter sesuai kebutuhan pelanggan, serta membangun peran PTDI sebagai delivery center dan Bell Authorized Maintenance Center (AMC) untuk helikopter Bell 505 dan Bell 412.
Perjanjian ini juga landasan menjadi bagi pengembangan kerja sama industri lebih lanjut, termasuk mencakup dan mengakui kandungan lokal, countertrade, dan/atau offset di Indonesia. Rangkaian kegiatan juga mencakup penyampaian video mengenai LoI dengan Lassac sebagai bagian dari penguatan jejaring kerja sama PTDI dengan mitra strategis.
Setelah rangkaian penandatanganan kerja sama, kegiatan dilanjutkan dengan doorstop dan panel diskusi yang menghadirkan lima panelis, yaitu Direktur Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU), Sokhib Al Rokhman, Deputi Bidang Infrastruktur Bappenas, Abdul Malik Sadat Idris, Senator Papua, David Harold Waromi, CEO Ravelware, Randy Budi Wicaksono, dan Direktur Utama PT MAP, Septo Adjie Sudiro.
Melalui Simposium Nasional HUT ke-50, PTDI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, operator penerbangan, mitra industri, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong pemerataan akses transportasi udara sekaligus memperkuat ekosistem dirgantara nasional. Dengan penguatan kapabilitas manufaktur, inovasi produk, serta kerja sama strategi yang dibangun, PTDI optimistis dapat menghadirkan solusi penerbangan yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia serta berkontribusi terhadap terwujudnya kemandirian dan daya saing industri dirgantara nasional.
Source: https://infobaik.id/hut-ke-50-ptdi-perkuat-kolaborasi-strategis-dalam-pengembangan-konektivitas-udara