March 12th, 2025
Didukung Kemenperin RI, PTDI Gandeng PT YPTI Kolaborasi Penguatan Rantai Pasok Dirgantara
Jakarta (12/03) – Dalam upaya meningkatkan daya saing rantai
pasok industri kedirgantaraan nasional, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menjalin
kerja sama strategis dengan PT Yogya Presisi Teknikatama Industri (PT YPTI).
Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan produktifitas & kehandalan
mesin produksi PTDI, meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produk
permesinan, baik komponen pesawat terbang maupun spare part mesin, serta
mengembangkan ekosistem industri manufaktur kedirgantaraan.
Sebagai bagian dari kerja sama ini, PTDI dan PT YPTI menandatangani Framework
Agreement (FA) yang mencakup berbagai aspek utama, seperti penyediaan dan
revitalisasi mesin produksi PTDI, peningkatan daya saing produk permesinan,
serta pelatihan terkait manajemen pemeliharaan permesinan. Kesepakatan ini juga
membuka peluang transfer teknologi dan peningkatan kapabilitas sumber daya
manusia di bidang dirgantara, sejalan dengan agenda nasional dalam mendorong
kemandirian sektor manufaktur.
FA ini merupakan tindak lanjut dari komitmen kerja sama yang telah
dimulai sebelumnya melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU)
pada bulan Oktober 2024 lalu. Hal ini menunjukkan kesinambungan visi PTDI dalam
memperkuat industri dirgantara nasional melalui sinergi dengan industri lokal.
Seremoni penandatanganan FA berlangsung di Kantor Kementerian
Perindustrian RI, Jakarta, disaksikan oleh Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol
Riza dan Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi &
Elektronika Kementerian Perindustrian RI, Setia Diarta, sebagai bentuk dukungan
Pemerintah dalam membangun ekosistem dirgantara nasional, serta Direktur Utama
PTDI, Gita Amperiawan. Adapun penandatanganan dokumen kerja sama ini dilakukan
oleh Direktur Produksi PTDI, Dena Hendriana dan Direktur Utama PT YPTI, Petrus
Tedja Hapsoro.
Direktur Produksi PTDI, Dena Hendriana, menyampaikan, “Kerja sama ini
menjadi momentum penting dalam pembangunan ekosistem dirgantara nasional.
Dengan melibatkan lebih banyak pelaku industri lokal, kami berkomitmen untuk
meningkatkan TKDN dan mengoptimalkan potensi industri dalam negeri. Kolaborasi
ini juga akan memperkaya kapabilitas permesinan PTDI, sehingga kami dapat terus
meningkatkan kualitas, kompetensi dan diversifikasi produk dirgantara.”
Sejalan dengan program Making Indonesia 4.0 yang dicanangkan oleh
Kementerian Perindustrian RI, kerja sama ini turut mendukung akselerasi
transformasi industri manufaktur nasional menuju ekosistem berbasis teknologi
tinggi dan berdaya saing global. Selain itu, inisiatif ini juga mendukung
kebijakan substitusi impor dan penguatan industri komponen dalam negeri,
sebagaimana yang diamanatkan dalam Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam
Negeri (P3DN).
Sebagaimana arahan Menteri Perindustrian RI,
Agus Gumiwang yang dalam hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Perindustrian
RI, Faisol Riza, bahwa PTDI diharapkan dapat terus meningkatkan perannya untuk
mendorong pengembangan ekosistem industri pesawat terbang, baik peran sebagai lead
integrator dalam manufaktur pesawat maupun PTDI sebagai tier 1 yang
mampu menjadi enabler industri lainnya di dalam negeri untuk menjadi tier
2 dan 3 dalam menyerap peluang pasar yang besar tersebut sekaligus
mengurangi ketergantungan terhadap impor komponen.
Sebagai simbol komitmen bersama dalam mewujudkan industri kedirgantaraan
yang lebih mandiri dan kompetitif, FA ini menjadi langkah konkret bagi PTDI dan
YPTI dalam mempercepat implementasi strategi peningkatan daya saing industri
manufaktur nasional. Dengan sinergi yang semakin erat, kedua Perusahaan siap
memasuki fase implementasi guna mengoptimalkan rantai pasok, meningkatkan
efisiensi produksi, serta memperkuat kemandirian industri dirgantara Indonesia
di kancah global.
Source: Departemen Komunikasi Perusahaan dan Hubungan Kele