29 Agustus 2026
PTDI Bekerjasama Dengan Paguyuban Pasundan Selenggarakan Program Pendidikan DI Goes To School dan DI Edutaiment
BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM
— Dalam peringatan HUT ke-50 PT
Dirgantara Indonesia (Persero), PTDI bekerja sama dengan organisasi kesundaan
tertua di Jawa Barat, Paguyuban Pasundan, dalam penyelenggaraan program
pendidikan DI Goes to School dan DI Edutainment, Sabtu (29/8/2026).
Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan
Prof. Dr. H.M. Didi Turmudzi, M.Si., bersama Direktur Utama PTDI Gita
Amperiawan menandatangani kerja sama tersebut di panggung utama puncak perayaan
HUT ke-50 PTDI.
Kerja sama ini menjadi momentum bagi
PTDI dan Paguyuban Pasundan untuk meningkatkan serta memajukan dunia
kedirgantaraan Indonesia melalui bidang pendidikan.
PTDI dan Paguyuban Pasundan Kenalkan
Dunia Kedirgantaraan
Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan
Prof. Dr. H.M. Didi Turmudzi mengatakan, kerja sama PTDI dengan Paguyuban
Pasundan di bidang pendidikan bertujuan mengenalkan dunia kedirgantaraan kepada
para pelajar dan mahasiswa.
“Kerja sama ini bisa memotivasi
pelajar maupun mahasiswa untuk memasuki dunia kerja atau melanjutkan pendidikan
di bidang kedirgantaraan,” jelas Didi Turmudzi.
Didi mengatakan, pengenalan ilmu
kedirgantaraan juga dapat menumbuhkan kesadaran, keinginan, dan motivasi
pelajar serta mahasiswa untuk bekerja atau melanjutkan pendidikan di bidang
tersebut.
“Seperti juga harapan pihak PTDI,
ketika dikenalkan ilmu kedirgantaraan, para pelajar maupun mahasiswa ini
memiliki kesadaran, memiliki keinginan dan termotivasi untuk masuk kerja atau
pendidikan lanjutan di dunia kedirgantaraan,” lanjutnya.
Selain bekerja sama dengan PTDI,
Paguyuban Pasundan juga membuat komitmen bersama Pemerintah Daerah Jawa Barat,
PTDI, dan PT Santana Manggala Karya dalam pengembangan produksi dan
produktivitas komoditas sorgum di Jawa Barat.
PTDI Resmikan Dirgantara Indonesia
Training Center
Dalam rangkaian peringatan HUT ke-50
PT Dirgantara Indonesia (Persero), PTDI juga meresmikan Dirgantara Indonesia
Training Center di kawasan produksi PTDI. Menteri Tenaga Kerja RI Prof.
Yassierli, Ph.D., meresmikan pusat pelatihan tersebut.
Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan
mengatakan, pusat pelatihan kedirgantaraan modern itu menjadi bagian dari
langkah strategis PTDI untuk melahirkan sumber daya manusia (SDM) industri
penerbangan yang andal, memiliki spesialisasi tinggi, dan mengantongi sertifikasi
internasional.
“Dalam pengembangannya, PTDI telah
melakukan pembicaraan intensif dengan sejumlah perguruan tinggi seperti
Universitas Pasundan (Unpas) yang sudah melakukan kerja sama tadi dan juga
dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Nurtanio (Unnur),”
jelas Gita.
PTDI memusatkan pusat pelatihan
tersebut di area PTDI Bandung dan telah menyediakan 17 tipe pelatihan khusus.
Hingga kini, program tersebut telah mencetak 140 peserta ahli. Beberapa lulusan
juga telah PTDI kirim langsung untuk memperkuat lini industri di Korean
Aerospace Industries (KAI).
PTDI juga menunjukkan komitmen
terhadap penyerapan tenaga kerja dengan menyediakan 150 lowongan kerja magang
bagi generasi muda.
Dalam waktu dekat, PTDI akan
memperluas kolaborasi strategis dengan mitra internasional lainnya guna
mempercepat transfer teknologi penerbangan.
Menaker Dorong Konsep “Skill, not
School”
Sementara itu, Menteri Tenaga Kerja
Republik Indonesia Prof. Yassierli, Ph.D., melakukan kunjungan kerja ke PT
Dirgantara Indonesia (PTDI) di Bandung sekaligus meresmikan PTDI Training
Center.
Dalam kunjungannya, Yassierli
mengaku bangga terhadap PTDI yang telah berjasa bagi negara, termasuk bagi
dirinya.
Menaker
menyoroti pergeseran besar dalam dunia kerja global. Menurutnya, data terbaru
menunjukkan 63 persen perusahaan mengaku kesulitan mendapatkan tenaga kerja
dengan keahlian yang sesuai.
Selain itu, tantangan masa depan
semakin nyata. Prediksi menunjukkan 50 persen jenis pekerjaan akan berubah
dalam 10 tahun ke depan akibat disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
Menanggapi kondisi tersebut,
Yassierli menggaungkan konsep “Skill, not School”.
Menurutnya, pendidikan formal tetap
penting, tetapi rekam jejak kemampuan nyata semakin krusial pada era sekarang.
“Ijazah penting, tapi tidak cukup.
Yang terpenting sekarang bisa apa, pernah melakukan apa, dan apa portofolionya.
Di sinilah pentingnya aspek skill, certification, dan recognition,” tegas
Menaker.
Kemnaker
Siapkan Program Magang dan Pelatihan Vokasi
Untuk
menjembatani kesenjangan keahlian tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan
menyiapkan dua program andalan berskala besar.
Program pertama
yaitu Magang Nasional. Kemnaker mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,2 triliun
untuk mendanai program tersebut. Pemerintah juga menaikkan kuota peserta dari
semula 100.000 orang menjadi 150.000 peserta.
Kemnaker
menargetkan lulusan program magang memiliki daya tawar tinggi sehingga dalam
waktu enam bulan setelah lulus, mereka sudah mendapat antrean dari perusahaan.
Program kedua
yaitu Pelatihan Vokasi Nasional dengan anggaran Rp1,8 triliun. Program ini
menargetkan 300.000 lulusan SMA/SMK.
Peserta akan
mengikuti pelatihan intensif selama satu hingga dua bulan untuk menguasai
keahlian praktis yang dibutuhkan pasar, seperti keahlian bubut hingga
elektronika praktis.
Prof. Yassierli
memberikan apresiasi tinggi kepada PTDI dan pihak lain, termasuk Paguyuban
Pasundan, yang telah memulai langkah tersebut bersama 150 personel awal.
Menaker berharap ke depan akan lahir
berbagai pusat keunggulan atau center of excellence di berbagai titik
strategis. Pusat-pusat tersebut diharapkan berfungsi sebagai “candradimuka”
atau wadah penggemblengan tenaga kerja lokal. (Jbe)
Source: https://pasjabar.com/2026/08/29/ptdi-paguyuban-pasundan-pendidikan-kedirgantaraan/