29 Agustus 2026
PTDI diproyeksikan menjadi pusat unggulan bidang kedirgantaraan
Bandung, Jabar (ANTARA) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli
meresmikan Training Center PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sekaligus
memproyeksikan perusahaan pelat merah tersebut sebagai pusat unggulan (center
of excellence) bidang kedirgantaraan nasional yang difokuskan
menyuplai tenaga ahli bersertifikat ke pasar global.
"Tantangan ke depan tidak hanya Indonesia, tapi hampir semua
negara, yaitu pelatihan untuk penyiapan SDM yang kompeten, certification,
serta global recognition. Kementerian sedang membangun beberapa
titik center of excellence dan PTDI untuk bidang
kedirgantaraan," ucap Yassierli selepas peresmian Training Center PTDI di
Bandung, Jabar, Sabtu.
Langkah ini, kara Yassierli, seiring dengan target nasional pemerintah
tahun 2026 yang membidik 150.000 peserta program magang nasional dan 300.000
peserta pelatihan vokasi nasional sebagaimana diinstruksikan Presiden Prabowo.
Kemenaker dan PTDI menyepakati kuota program magang sebanyak 500 orang
dan pelatihan vokasi sebanyak 1.000 orang pada 2026.
Untuk program vokasi, Yassierli mengatakan akan diintegrasikan antara
PTDI dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung yang
ditargetkan menghasilkan lulusan yang mengantongi sertifikasi nasional BNSP dan
sertifikat keahlian yang dapat pengakuan internasional (global recognition).
"Ini agenda kita ke depan itu tadi, globally recognition.
Jadi kita sudah mulai mengarahkan SDM Indonesia itu mereka tidak hanya memiliki
sertifikasi dari BNSP, tapi kita mengarah kepada global recognition,"
ujar dia.
Model center of excellence serupa PTDI ini, tambah
Yassierli, nantinya juga dikembangkan di rumpun industri pertambangan, minyak
dan gas (migas), hingga teknologi informasi (IT).
Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan mengungkapkan bahwa Training Center
PTDI memfokuskan pencetakan SDM bersertifikat untuk kebutuhan pada pasar tier
kedua industri aviasi, operator, hingga pemeliharaan pesawat (maintenance,
repair, and overhaul/MRO).
Bahkan, PTDI tercatat telah menyelesaikan pelatihan puluhan tenaga ahli
spesialisasi manufaktur dan telah berangkat ke industri kedirgantaraan Korea
Selatan.
"Terakhir, KAI (Korea Aerospace Industries) itu kami yang
mensuplai, sudah mensuplai sebanyak 60 orang. Jadi dia meminta, 'Saya ingin
welding, saya ingin metal forming dan lain sebagainya', itu sudah pesan dan
berapa jumlahnya, dan kita kerjakan," katanya.
Gita membeberkan selain Korea Selatan, PTDI kini tengah menjajaki
ekspansi pemenuhan kebutuhan SDM untuk industri MRO di Uni Emirat Arab (UAE).
Diinformasikan, dari target 500 kuota magang berdurasi enam bulan di
tahun ini, PTDI telah menyelesaikan 150 peserta dan siap menuntaskan 350
peserta sisanya memanfaatkan fasilitas training center yang baru diresmikan.
Sementara, untuk program pelatihan vokasi berdurasi di bawah dua bulan,
PTDI bersinergi dengan BBPVP Bandung, Universitas Nurtanio (UNUR), serta
Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menggembleng 1.000 peserta pelatihan
dasar hingga tingkat lanjut (advance) yang siap disalurkan ke industri aviasi.
Source: https://jabar.antaranews.com/berita/704365/ptdi-diproyeksikan-menjadi-pusat-unggulan-bidang-kedirgantaraan