February 28th, 2025
Calidus UEA dan PTDI Sepakat Produksi Bersama Komponen Aerostruktur, UAV Hingga Mesin Pesawat Demi Kuasai Timur Tengah & Asia Tenggara
ZONAJAKARTA.COM- PT Dirgantara Indonesia (PTDI) rupanya tak cuma jadi peserta dalam ajang pameran IDEX 2025 di Abu Dhabi Uni Emirat Arab (UEA), lantaran perusahaan aerospace kebanggan NKRI ini rupanya juga ketiban rezeki.
Dikutip Zonajakarta.com dari unggahan akun Instagram resmi Kedutaan Besar Indonesia di UEA, pada 25 Februari 2025, PTDI rupanya dipercayaan perusahaan dirgantara UEA, Calidus untuk menjadi mitra.
"Di sela-sela IDEX 2025, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) @officialptdi dan Calidus yang berbasis di UEA telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memajukan kolaborasi dirgantara dan pertahanan!.
PT Dirgantara Indonesia (PTDI), perusahaan dirgantara terkemuka di Indonesia, telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Calidus, perusahaan terkemuka di sektor kedirgantaraan dan pertahanan yang berpusat di Uni Emirat Arab (UEA).
Penandatanganan MoU ini disaksikan oleh Duta Besar Indonesia untuk UEA, H.E. Husin Bagis, sebagai bentuk dukungan dan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat kerja sama strategis di kawasan Timur Tengah dan Asia Tenggara.
Kerja sama ini mencakup berbagai bidang, mulai dari rekayasa manufaktur, produksi komponen aerostruktur, hingga peningkatan, modifikasi, dan perakitan pesawat terbang.
Kedua perusahaan juga akan berkolaborasi dalam integrasi misi pesawat, termasuk sistem suar, radar, dan persenjataan, serta pengembangan produk UAV, simulator, dan integrasi sistem persenjataan.
Selain itu, PTDI dan Calidus akan bekerja sama untuk membangun fasilitas produksi dan berinvestasi dalam mesin, termasuk produksi helm dan komponen lainnya.
Kolaborasi ini menggarisbawahi komitmen Indonesia terhadap inovasi pertahanan global! Nantikan informasi terbaru lainnya!," jelas akun Instagram @indonesiainabudhabi dalam unggahannya.
Memorandum of Understanding (MoU) PT Dirgantara Indonesia (PTDI), perusahaan aerospace terkemuka di Indonesia dengan Calidus ditandatangani di sela-sela perhelatan International Defence Exhibition (IDEX) 2025.
Calidus adalah perusahaan terkemuka di bidang aerospace dan pertahanan yang berbasis di Uni Emirat Arab (UEA).
Penandatanganan MoU ini disaksikan oleh Duta Besar RI untuk UEA, Husin Bagis, sebagai bentuk dukungan dan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat kerja sama strategis di kawasan Timur Tengah dan Asia Tenggara.
Kerjasama ini mencakup berbagai bidang, mulai dari rekayasa manufaktur, produksi komponen aerostruktur, hingga peningkatan, modifikasi dan perakitan pesawat.
Kedua perusahaan juga akan berkolaborasi dalam integrasi misi pesawat, termasuk sistem flair, radar dan persenjataan, serta pengembangan produk UAV, simulator dan integrasi sistem senjata.
Selain itu, PTDI dan Calidus akan bekerja sama dalam membangun fasilitas produksi dan investasi mesin, termasuk produksi helm dan komponen lainnya.
Dikutip Zonajakarta.com dari rilis resmi PTDI pada 20 Februari 2025, Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, menyatakan bahwa Kerjasama ini merupakan langkah strategis untuk memperluas pasar dan meningkatkan kompetensi industri aerospace Indonesia.
"Kolaborasi dengan Calidus ini tidak hanya memperkuat posisi PTDI di kawasan Timur Tengah dan Asia Tenggara, tetapi juga membuka peluang untuk pertukaran teknologi dan pengembangan produk yang inovatif," ujarnya.
MoU ini menjadi bukti nyata komitmen PTDI dalam memperluas jaringan bisnis global dan meningkatkan daya saing industri aerospace Indonesia di kancah internasional.
Kedua pihak berkomitmen untuk segera melaksanakan program-program konkret sebagai tindak lanjut dari kesepakatan ini.
Melalui kerjasama ini, PTDI dan Calidus berkomitmen untuk memperkuat kopetensi industri masing-masing, sekaligus menciptakan peluang baru dalam pemasaran dan penjualan produk aerospace dan pertahanan di kawasan Timur Tengah dan Asia Tenggara.
Source: https://www.zonajakarta.com/nasional/67314648590/calidus-uea-dan-ptdi-sepakat-produksi-bersama-komponen-aerostruktur-uav-hingga-mesin-pesawat-demi-kuasai-timur-tengah-asia-tenggara