March 07th, 2025

CBT Rafale Indonesia Buat Prajurit TNI AU & Teknisi Sudah Disepakati Dassault Aviation Prancis Bakal Dibikin PTDI di Lokasi Ini

ZONAJAKARTA.COM- Jet tempur Rafale dari Dassault Aviation Prancis untuk TNI AU Indonesia rupanya sudah dipersiapkan kedatangannya oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Tak cuma TNI AU yang bersiap menyambut kedatangan jet tempur Rafale Indonesia dari Dassault Aviation Prancis, PTDI rupanya juga tengah mempersiapkan diri untuk merawat pesawat baru ini.

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono mengungkapkan bahwa TNI AU pada 2026 akan mempunyai enam pesawat tempur Rafale dari Prancis.

"Di tahun depan, sekitar Februari atau Maret, kami sudah mulai kedatangan pesawat Rafale, tiga pesawat, dan tiga bulan kemudian itu tiga pesawat lagi. Jadi, di pertengahan tahun depan nanti kami sudah punya enam pesawat Rafale," kata Tonny usai menghadiri Rapat Pimpinan TNI AU di Markas Besar TNI AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (3/2/2025).

Oleh sebab itu, dia mengatakan bahwa TNI AU telah melakukan sejumlah persiapan untuk menyambut kedatangan pesawat tempur tersebut.

Dia mengemukakan bahwa TNI AU telah menyiapkan markas atau homebase enam pesawat tersebut, yakni di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

"Di Pekanbaru, kami sudah membangun simulator, kemudian hanggar-hanggar yang kami bilang smart building (bangunan pintar, red.), fasilitas-fasilitas penerbangan di sana pun kami perbaiki, terus sistem logistik juga sedang berproses kami bangun.

Jadi, semua persiapan untuk sarana dan prasarana sudah dilakukan di Pekanbaru," jelas KASAU.

Selain itu, KSAU mengatakan bahwa TNI AU telah memilih sejumlah personel untuk mengikuti pendidikan calon penerbang pesawat Rafale.

"Tentunya dilihat dari berbagai background (latar belakang, red.) penugasan di pesawat-pesawat yang sekarang kami punya," ujarnya.

Tak cuma prajurit TNI AU, sejumlah teknisi PTDI bahkan sudah dikirim ke Dassault Aviation Prancis guna mempelajari jet tempur Rafale yang akan dioperasikan TNI AU Indonesia.

Hal ini diungkap Direktur Utama PTDI Gita Amperiawana yang mempersiakan teknisi Indonesia agar jadi SDM handal dalam merawat jet tempur Rafale Prancis.

"Sudah dikirim ke sana (Perancis)," kata Gita Amperiawan seperti dikutip Zonajakarta.com dari Antara edisi 26 Februari 2025.

Gita tidak menyebutkan berapa teknisi yang dikirim dan berapa lama proses belajar tentang Rafale itu akan berlangsung.

Direktur Utama PTDI itu menjelaskan PTDI telah mendapatkan program offset dari kerja sama dengan Rafale yakni pelatihan teknisi hingga pembuatan computer basic training/CBT.

Kerja sama pembuatan CBT ini dilakukan agar personel TNI atau teknisi PTDI yang akan menjadi operator Rafale dapat melakukan latihan basic dengan teknologi komputer.

Dengan adanya kerja sama offset ini, diharapkan Indonesia memiliki personel yang dapat mengoperasikan hingga melakukan perawatan pesawat tempur Rafale dengan baik.

Dikutip Zonajakarta.com dari rilis resmi PTDI pada 28 Februari 2025, PTDI dan Dassault Aviation meresmikan Dassault Aviation-PTDI Design Office di Gedung Direktorat Teknologi Lt. 4, PTDI, Bandung.

Peresmian ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) Kemhan RI, Mayor Jenderal Piek Budyakto, CEO PT Dassault Aviation Indonesia, Jerome Puech, Direktur Niaga Teknologi & Pengembangan PTDI, Moh Arif Faisal, Direktur Produksi PTDI, Dena Hendriana, serta jajaran Manajemen PTDI dan Dassault Aviation.

Fasilitas Design Office ini menjadi tonggak penting dalam implementasi program pengadaan dan industrialisasi pesawat tempur Rafale di Indonesia.

Hal ini seiring dengan kontrak pengadaan 42 unit Rafale oleh Kemhan RI yang telah ditandatangani secara bertahap pada September 2022, Agustus 2023, dan Januari 2024.

Sebagai bagian dari kerja sama Offset dan Transfer of Technology (ToT), Dassault Aviation mendukung PTDI dalam pengembangan Computer Based Training (CBT) untuk sistem Rafale.

Dassault Aviation juga mendukung peningkatan kompetensi dalam manajemen proyek, industrialisasi dan integrasi sistem senjata sesuai dengan standar Dassault Aviation.

Terdapat dua area utama dalam fasilitas Design Office ini, yaitu: CBT facility, yang menggunakan diagram interaktif dan grafik 3D real-time untuk memberikan pelatihan mendalam mengenai sistem pesawat Rafale, guna meningkatkan pemahaman teknis bagi kru dan teknisi.

Serta Weapon Integration Laboratory, yang dirancang untuk meningkatkan kapabilitas PTDI dalam integrasi sistem senjata di pesawat tempur.

    Source: https://www.zonajakarta.com/nasional/67314694204/cbt-rafale-indonesia-buat-prajurit-tni-au-teknisi-sudah-disepakati-dassault-aviation-prancis-bakal-dibikin-ptdi-di-lokasi-ini?page=3

    March 26th, 2026
    55 Years of the C-212 Aviocar: The STOL Legend Now Transformed into the NC-212i in Indonesian Hands

    March 13th, 2026
    PT DI Shares Ahead of Eid al-Fitr 2026

    March 10th, 2026
    PTDI Distributes 880 Food Packages Through Ramadan Social and Environmental Responsibility (TJSL)

    March 08th, 2026
    PTDI Develops Sorghum Cultivation in Jatigede, Sumedang

    March 08th, 2026
    PT Dirgantara Indonesia Develops Sorghum as an Alternative Food in West Java

    March 08th, 2026
    New Hope for Strengthening National Food Security

    Search News